SEJARAH MUNJUL

SEJARAH MUNJUL

Munjul, Penampung 94 Situs yang Terendam

SEBAGIAN Kampung Munjul di Desa Suka-menak, Kec. Darmara-ja, Kab. Sumedang, tahun 2013 nanti diperkirakan akan menjadi perkampungan tersendiri di tengah Waduk Jatigede. Kampung itu tidak akan ikut terendam, karena lokasinya berupa tanah perbukitan.

Sementara itu, tiga puluh desa yang masuk di lima kecamatan yang ada di Kab. Sumedang, dipastikan akan terendam. Di beberapa desa yang akan terendam oleh projek Waduk Jatigede, diketahui menyimpan puluhan situs atau peninggalan masa lalu.

Melihat Kampung Munjul tidak ikut tenggelam, maka daerah itu akan ditetapkan menjadi kawasan relokasi untuk situs-situs yang akan terendam.

Penetapan itu dilakukan oleh Direktorat Kepurbakala-an, Balai Pengelolaan Kepur-bakalaan, Sejarah, dan Nilai Tradisional (BPKSNT) Jawa Barat, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, serta Balai Arkeologi Bandung, yang tergabung dalam tim Satgas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede.

“Bukan tanpa alasan kenapa tim Satgas Penanganan

dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede, menetapkan Bukit Munjul sebagai kawasan relokasi situ. Paling utama, karena selain alasan tidak terendam, di kawasan tersebut sebelumnya juga sudah terdapat dua situs,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan dari BPKSNT Jabar, Drs. Romlah Rustandi.

Rencananya, kawasan Bukit Munjul juga akan menjadi tempat relokasi Situs Betok dari Kamp. Betok Desa Leu-wihideung, dan Situs Babuy dari Desa Sukamenak Kec. Darmaraja. Baik Situs Betok , maupun Situs Babuy, kedua- nya merupakan kompleks pemakaman leluhur kampung.

Menurut Romlah, selain Situs Betok dan Situs Babuy, tim satgas telah menetapkan 94 objek di 42 situs di Jatigede yang akan direlokasi ke kawasan baru.

Selain Bukit Munjul yang nantinya akan menjadi kawasan wisata ziarah, tim juga menyiapkan tanah-seluas tiga hektare di dekat Situs Tajima-lela yang berada di Desa Lingga Kec. Cisitu Kab. Sumedang, yang selama ini dikenal sebagai Bukit Taji Malela.

Relokasi yang dilakukan tim satgas, kata Romlah, saat ini memasuki tahap relokasi.

Sebelumnya, terhadap upaya yang sempat mengundang pro dan kontra tersebut, telah dilakukan berbagai tahapan berdasarkan hasil studi tersebut, penetapan objek dan sosialisasi ke masyarakat, dan

kini memasuki ekskavasi dan relokasi.

“Selain tahapan sosialisasi yang membutuhkan waktu cukup lama, tahapan identifikasi dan observasi terhadap situs juga cukup menyita

waktu. Hal ini disebabkan tahapan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan cara atau mengetahui susunan situs itu agar tidak berubah,” ujar Romlah. Sementara itu, Ketua Sat-
gas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya Jatigede, Nunun Nurhayati, mengatakan situs-situs yang tersebar di kawasan rendaman Waduk Jatigede tersebut terdiri atas makam-makam leluhur, candi, pun-den berundak, dan di beberapa tempat ditemukan area-area peninggalan masa lalu.

Berdasarkan kesepakatan pemerintah dengan masyarakat setempat, serta pertimbangan akademis, maka dilakukan relokasi sebagai upaya menyelamatkan situs di kawasan Jatigede karena areal itu kemungkinan besar akan terendam Waduk Jatigede yang pembangunannya sedang berlangsung.

Hingga saat ini, dari 94 objek di 42 situs, ditargetkan 5 situs di Kec. Darmaraja yang dapat direlokasi. Situs tersebut adalah, Situs Karamat Babuy, Kamp. Babuy Desa. Sukamenak, Situs Nangewer Kp. Nangewer Desa Leuwihi-deung, Situs Betok Kp. Betok Desa. Sukamenak, Situs Leu-wiloa Kp. I ru wile ia Desa Leu-wihideung, dan Situs Sawah Jambe Kp. Leuwiloa Desa Le-uwihideung.

Selain itu, situs lain yang juga secara bertahap akan dipindahkan saat ini ada 15 si-
tus, yaitu Situs Nangewer Kp. Nangewer Desa Leuwihi-deung, Situs Leuwiloa dan Sawah Jambe Kp. Leuwiloa, Situs Marongpong Kp. Marong-pong Desa Leuwihideung Kec. Darmaraja, Situs Gunung Penuh Kp. Bantar Awi Desa Pa-dajaya Kec. Wado, Situs Ga-gak Sangkur Kp. Sundulan Desa Padajaya Kec. Wado.

Kemudiam, Situs Pasir Leu-tik Dalem Wangsadipa atau Tulanggintung Kp. Cisurat Desa Cisurat Kec. Wado, Situs Ciwangi Kp. Ciwangi Desa Ci-bogo Kec. Darmaraja, Situs Munjul I dan Munjul II Kp. Munjul Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja, Situs Makam Keramat Nangkod Kp. Nangkod Desa Leuwihideung Kecamatan Darmaraja, Situs Cadas Ngampar Kp. Ca-das Ngampar Desa Sukakersa Kec. Jatigede, dan Situs Curug Mas Kp. Cadas Ngampar Desa Sukakersa Kec. Jatigede.

“Secara akademis tidak ada istilah relokasi situs dan cagar budaya. Namun, karena kawasan itu akan menjadi waduk, maka relokasi itu dilakukan agar situs itu masih bisa diketahui oleh generasi muda, dan nantinya dapat dijadikan objek wisata karena berada di atas pulau,” ujar Nunun. (Retno HY/”Pir)*

Entitas terkaitBabuy |Betok |BPKSNT |Cisitu |Darmaraja |Desa |Direktorat |Jatigede |Jawa |Kampung |Ketua |Nunun |Paling |Penampung |Penanganan |Penetapan |Relokasi |Retno |Romlah |Sangkur |Situs |Terendam |Tulanggintung |Waduk |Balai Arkeologi |Balai Pengelolaan |Betok Desa |Bukit Munjul |Bukit Taji |Cagar Budaya |Ciwangi Desa |Dalem Wangsadipa |Desa Leuwihideung |Desa Lingga |Desa Sukamenak |Leuwiloa Desa |Munjul II |Nangewer Desa |Nilai Tradisional |Satgas Penanganan |Sawah Jambe |Situs Babuy |Situs Betok |Situs Ciwangi |Situs Karamat |Situs Leuwiloa |Situs Marongpong |Situs Nangewer |Situs Pasir |Waduk Jatigede |Baik Situs Betok |Bantar Awi Desa |Cisurat Desa Cisurat |Kepala Seksi Pemeliharaan |Melihat Kampung Munjul |Ngampar Desa Sukakersa |Percepatan Relokasi Situs |SEBAGIAN Kampung Munjul |Selain Bukit Munjul |Situs Cadas Ngampar |Situs Curug Mas |Situs Gunung Penuh |Situs Munjul I |Situs Sawah Jambe |Sundulan Desa Padajaya |Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala |Cadas Ngampar Desa Sukakersa |Munjul Desa Sukamenak Kecamatan |Nangkod Desa Leuwihideung Kecamatan |Situs Makam Keramat Nangkod |Ringkasan Artikel Ini

Penetapan itu dilakukan oleh Direktorat Kepurbakala-an, Balai Pengelolaan Kepur-bakalaan, Sejarah, dan Nilai Tradisional (BPKSNT) Jawa Barat, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, serta Balai Arkeologi Bandung, yang tergabung dalam tim Satgas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede. “Bukan tanpa alasan kenapa tim Satgas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya di Jatigede, menetapkan Bukit Munjul sebagai kawasan relokasi situ. Menurut Romlah, selain Situs Betok dan Situs Babuy, tim satgas telah menetapkan 94 objek di 42 situs di Jatigede yang akan direlokasi ke kawasan baru. Sementara itu, Ketua Sat- gas Penanganan dan Percepatan Relokasi Situs dan Cagar Budaya Jatigede, Nunun Nurhayati, mengatakan situs-situs yang tersebar di kawasan rendaman Waduk Jatigede tersebut terdiri atas makam-makam leluhur, candi, pun-den berundak, dan di beberapa tempat ditemukan area-area peninggalan masa lalu. Hingga saat ini, dari 94 objek di 42 situs, ditargetkan 5 situs di Kec.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: